Blog

Fakta Cerdas

Podomoro Technique: Solusi Manajemen Waktu untuk Belajar yang Menyenangkan

WhatsApp Image 2021-09-23 at 06.11.54

Podomoro Technique: Solusi Manajemen Waktu untuk Belajar yang Menyenangkan

Spread the love

Halo, Peneliti Muda!

Adanya pandemi COVID-19 membuat pelajar dan mahasiswa harus melakukan proses pembelajaran secara daring. Hal ini kadang membuat beberapa pelajar bingung untuk melakukan penyesuaian terhadap proses belajar. Ditambah lagi, PPKM yang terus diperpanjang sehingga membuat proses belajar tatap muka belum tahu kapan dilakukan. Terkadang, seringkali menjumpai rasa yang lelah ketika bekerja atau belajar, tidak tahu bagaimana mengatur waktu, dan lain sebagainya. Terkadang, bingung juga untuk menemukan konsep apa yang bisa dicoba seperti sekarang ini. 

Nah, ternyata ada loh konsep manajemen waktu untuk belajar yang biasa dikenal dengan teknik podomoro atau teknik tomat. Sobat SHI sudah pada tahu belum? Kalau belum, yuk disimak.


“Kata pomodoro berasal dari bahasa Italia yang artinya manajemen waktu yang diambil dari kata timer yang berbentuk tomat yang dimiliki oleh Cirillo semasa berkuliah”

Pomodoro adalah suatu teknik manajemen waktu yang dikembangkan oleh Francesco Cirillo pada akhir tahun 1980. Nah, teknik ini dapat dipraktekkan dengan bantuan timer untuk memecahkan waktu menjadi beberapa interval. Biasanya, tiap interval berlangsung selama 25 menit, dan dipisahkan dengan jeda istirahat singkat. Nah, interval-interval tersebut disebut Pomodoro yang berarti buah tomat dalam bahasa Italia. Nama Pomodoro diambil dari timer dapur berbentuk tomat yang dimiliki Cirillo semasa Ia berkuliah.

C:\Users\Acer\Downloads\1_y1IS6A8SkV45YL8ERRPSYQ.jpeg

Sumber Gambar : personal-development-zone.com

Pada dasarnya, ada 6 langkah yang perlu dilakukan dalam teknik Pomodoro:

  1. Menentukan tugas atau pekerjaan yang akan dilakukan.
  2. Menyiapkan dan mengatur timer Pomodoro (biasanya 25 menit).
  3. Kerjakan tugas atau pekerjaan tersebut, dan hanya kerjakan tugas saja, ya! Jangan sampai malah terdistraksi untuk mengecek lini masa media sosial.
  4. Setelah timer berbunyi, berhentilah bekerja, kemudian buat tanda centang pada selembar kertas.
  5. Gunakan jeda waktu ini untuk beristirahat selama 3-5 menit. Nah, sekarang boleh deh mengecek notifikasi di ponsel dan membalas chat, asalkan jangan sampai keterusan. Setelah 3-5 menit, kembalilah bekerja.
  6. Setelah 4 tanda centang atau 4 Pomodoro, bisa beristirahat lebih lama sekitar 15-30 menit.

Setelah menyimak tahapan di atas, bagaimana nih tanggapan Sobat SHI? Mudah sekali, bukan? Apalagi, di smartphone atau gadget kalian juga sudah pasti ada timer-nya. Teknik Pomodoro ini banyak digunakan karena efektif untuk menghindari distraksi. Itulah kenapa tiap interval hanya “dijatah” 25 menit saja. Kalau lebih dari 25 menit pasti terlanjur bosan, deh! Nah, sedangkan waktu istirahat yang singkat akan mencegah kita keterusan melakukan hal lain yang menyita waktu. Pada akhirnya, teknik Pomodoro ini sebenarnya bertujuan untuk mengurangi distraksi dan interupsi yang sering mengganggu fokus kita saat bekerja atau belajar ataupun melakukan sesuatu. 

Anda bisa mencoba aplikasi Be Focused, Focus Keeper, atau Tide untuk ‘mencicipi’ teknik Pomodoro.


Penulis

Arif Hidayat biasa dipanggil Arif adalah Brand Ambassador SHI batch 2 yang mempunyai beragam prestasi keilmiahan hingga mampu menghantarkan Arif menjadi runner up mahasiswa berprestasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta.


Referensi

Ellora, Devina. 2017. 24 Jam Terasa Kurang? Yuk, Belajar Pomodoro, Teknik Manajemen Waktu yang Mudah dan Efisien. Beautyjurnal.id.

Kat Boogaard. Take it From Someone Who Hates Productivity Hacks—the Pomodoro Technique Actually Works di www.themuse.com (diakses pada tanggal 14 Agustus 2021)


Science Hunter Indonesia,

Muda Berkarya, Prestasi Luar Biasa

Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping